Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan pengendalian penyakit Tuberkulosis (TBC), Pemerintah Desa Poda-Poda bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) bekerja sama dengan Puskesmas Tutar menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertemakan “Pencegahan dan Pengendalian Penyakit TBC.” Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Poda-Poda dan dihadiri oleh mahasiswa KKN, pemuda-pemudi desa, masyarakat, serta narasumber dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar, yakni Bapak Muhammad Said Mukharrim, SKM., M.Kes., pada Jumat (21/8/2026).
Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular
yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat. Penyakit ini dapat
menular melalui udara, terutama ketika penderita TBC berbicara, batuk, atau
bersin. Pada tahap awal, gejala TBC terkadang tidak disadari sehingga penyakit
dapat terlambat terdeteksi. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini bertujuan
untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya
mengenali gejala, melakukan deteksi dini, mendapatkan pengobatan yang tepat,
serta mencegah penularan TBC di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber menjelaskan berbagai
tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, seperti batuk berdahak yang berlangsung
selama dua minggu atau lebih, demam berkepanjangan, berkeringat pada malam
hari, penurunan berat badan, tubuh mudah lelah, serta berkurangnya nafsu makan.
Peserta juga diberikan edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan TBC, antara
lain menjaga kebersihan dan sirkulasi udara di dalam rumah, menerapkan etika
batuk dan bersin, menggunakan masker ketika diperlukan, serta segera melakukan
pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala yang
mengarah pada TBC.
Narasumber, Bapak Muhammad Said Mukharrim, SKM., M.Kes.,
yang akrab disapa Pak Said, menekankan bahwa deteksi dini dan pengobatan yang
sesuai merupakan bagian penting dalam pengendalian TBC. “Kami ingin memastikan
bahwa masyarakat memahami pentingnya mengenali gejala TBC sejak dini dan segera
melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Pengobatan harus dilakukan sesuai
anjuran tenaga kesehatan dan diselesaikan sampai tuntas agar penyakit dapat
dikendalikan serta risiko penularan dapat diminimalkan,” ujarnya.
Selain membahas pencegahan dan pengobatan TBC secara medis,
kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bagi masyarakat untuk memahami berbagai
informasi yang beredar mengenai pengobatan tradisional. Narasumber mengingatkan
masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terbukti secara
medis serta tetap mengutamakan pemeriksaan dan pengobatan melalui tenaga
kesehatan. Menurutnya, pola hidup bersih dan sehat, deteksi dini, kepatuhan
terhadap pengobatan, serta dukungan keluarga merupakan bagian penting dalam
upaya mengendalikan penyakit menular.
Pemerintah Desa Poda-Poda menyambut baik pelaksanaan
kegiatan tersebut dan memberikan dukungan terhadap berbagai upaya peningkatan
kesehatan masyarakat. Pemerintah desa berharap kegiatan edukasi kesehatan
seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kerja sama
antara pemerintah desa, Puskesmas, mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
“Kami berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat Desa
Poda-Poda semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan, mengenali gejala TBC,
dan segera melakukan pemeriksaan apabila menemukan tanda-tanda penyakit. Dengan
kerja sama semua pihak, kami optimistis pencegahan dan pengendalian TBC di Desa
Poda-Poda dapat dilakukan dengan lebih baik,” ujar Kepala Desa Poda-Poda Bapak Sinardi, S.Pd.I..
Melalui
kegiatan sosialisasi ini, diharapkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat
mengenai TBC semakin meningkat. Masyarakat juga diharapkan dapat berperan aktif
dalam mencegah penularan, mendukung penderita untuk menjalani pengobatan hingga
tuntas, serta menciptakan lingkungan yang sehat. Dengan adanya kolaborasi
antara pemerintah desa, Puskesmas, mahasiswa KKN, dan masyarakat, upaya
pencegahan dan pengendalian TBC di Desa Poda-Poda diharapkan dapat berjalan
secara efektif dan berkelanjutan.