Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit TBC di Desa Poda-Poda
26 Agustus 2026 15 views oleh Humas Unasman

Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit TBC di Desa Poda-Poda

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan pengendalian penyakit Tuberkulosis (TBC), Pemerintah Desa Poda-Poda bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) bekerja sama dengan Puskesmas Tutar menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertemakan “Pencegahan dan Pengendalian Penyakit TBC.” Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Poda-Poda dan dihadiri oleh mahasiswa KKN, pemuda-pemudi desa, masyarakat, serta narasumber dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar, yakni Bapak Muhammad Said Mukharrim, SKM., M.Kes., pada Jumat (21/8/2026).

Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat. Penyakit ini dapat menular melalui udara, terutama ketika penderita TBC berbicara, batuk, atau bersin. Pada tahap awal, gejala TBC terkadang tidak disadari sehingga penyakit dapat terlambat terdeteksi. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengenali gejala, melakukan deteksi dini, mendapatkan pengobatan yang tepat, serta mencegah penularan TBC di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, narasumber menjelaskan berbagai tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, seperti batuk berdahak yang berlangsung selama dua minggu atau lebih, demam berkepanjangan, berkeringat pada malam hari, penurunan berat badan, tubuh mudah lelah, serta berkurangnya nafsu makan. Peserta juga diberikan edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan TBC, antara lain menjaga kebersihan dan sirkulasi udara di dalam rumah, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika diperlukan, serta segera melakukan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC.

Narasumber, Bapak Muhammad Said Mukharrim, SKM., M.Kes., yang akrab disapa Pak Said, menekankan bahwa deteksi dini dan pengobatan yang sesuai merupakan bagian penting dalam pengendalian TBC. “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat memahami pentingnya mengenali gejala TBC sejak dini dan segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Pengobatan harus dilakukan sesuai anjuran tenaga kesehatan dan diselesaikan sampai tuntas agar penyakit dapat dikendalikan serta risiko penularan dapat diminimalkan,” ujarnya.

Selain membahas pencegahan dan pengobatan TBC secara medis, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bagi masyarakat untuk memahami berbagai informasi yang beredar mengenai pengobatan tradisional. Narasumber mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terbukti secara medis serta tetap mengutamakan pemeriksaan dan pengobatan melalui tenaga kesehatan. Menurutnya, pola hidup bersih dan sehat, deteksi dini, kepatuhan terhadap pengobatan, serta dukungan keluarga merupakan bagian penting dalam upaya mengendalikan penyakit menular.

Pemerintah Desa Poda-Poda menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan memberikan dukungan terhadap berbagai upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Pemerintah desa berharap kegiatan edukasi kesehatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kerja sama antara pemerintah desa, Puskesmas, mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat Desa Poda-Poda semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan, mengenali gejala TBC, dan segera melakukan pemeriksaan apabila menemukan tanda-tanda penyakit. Dengan kerja sama semua pihak, kami optimistis pencegahan dan pengendalian TBC di Desa Poda-Poda dapat dilakukan dengan lebih baik,” ujar Kepala Desa Poda-Poda Bapak Sinardi, S.Pd.I..

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai TBC semakin meningkat. Masyarakat juga diharapkan dapat berperan aktif dalam mencegah penularan, mendukung penderita untuk menjalani pengobatan hingga tuntas, serta menciptakan lingkungan yang sehat. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah desa, Puskesmas, mahasiswa KKN, dan masyarakat, upaya pencegahan dan pengendalian TBC di Desa Poda-Poda diharapkan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

 

Bagikan Berita Ini
UNASMAN NEWS