POLMAN – Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) selenggarakan pertemuan teknis penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Multimatik dengan menghadirkan sejumlah mitra kolaboratif seperti Bawaslu Kabupaten Polewali Mandar, BNN Polewali Mandar, KPU Kabupaten Polewali Mandar dan Pusat Kajian Perempuan Unasman.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan di Lantai III Rektorat Unasman, Kamis 20 November 2025, Naim Irmayani dari LPPM Unasman mengatakan, kegiatan dimaksudkan untuk menyatukan persepsi dan sama menyusun program sesuai dengan tugas pokok dan fungsi lembaga mitra yang terdiri dari Bawaslu Polman, KPU Polman, BNN Polman, Nusa Pustaka, Dispop Polman, dan PKP Unasman.
“Kegiatan rapat teknis ini, adalah tindak lanjut dari rapat kami dengan sejumlah mitra kolaboratif sehari sebelum kegiatan ini (Rabu, 19 November 2025-ed) dimaksudkan sebagai upaya untuk menyatukan persepsi, konsep dan program sekaligus menetapkan desa-desa atau posko yang akan menjadi wilayah intervensi bagi masing-masing mitra kolaboratif yang terlibat,” ujar Naim Iramayani.
Sementara itu, Wakil Rektor II Unasman, Sulihin Azis juga dalam kegiatan itu, menyampaikan harapannya kiranya kesepakatan program yang sama dirumuskan secara rasional dapat dilaksanakan dan berkesesuaian dengan kebutuhan masyarakat tempat lokasi penyelenggaraan KKN Unasman.
“Utamanya lokasi KKN yang dipilih masing-masing mitra dapat disesuiakan dengan kebutuhan mitra dan tentunya juga kebutuhan Unasman sebagai penyelenggara,” ujar Sulihin Azis.
Senada selanjutnya, Wakil Rektor I Ahmad Al Yakin juga menyambut baik kegiatan rapat teknis itu, mengingat melalui rapat teknis itu akan dirumuskan program standar yang kiranya dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat di lokasi KKN mahasiswa Unasman.
“Harapannya adalah program yang ditawarkan melalui perumusannya ini, dapat menjadi kontribusi nyata Unasman dan lembaga mitra kolaboratif terhadap kebutuhan yang ada di desa-desa yang menjadi lokasi penyelenggaraan KKN Unasman,” ungkap Ahmad Al Yakin.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Polewali Mandar Harianto dihadapan peserta rapat teknis itu mengatakan, kehadiran Bawaslu Polewali Mandar sebagai mitra kolaboratif penyelenggaraan KKN tahun 2026 ini, merupakan suatu kehormatan tersendiri, mengingat Bawaslu sebagai lembaga yang harus membangun kolobarasi dengan beragam pemangku kepentingan, termasuk dengan pihak kampus.
“Ini adalah penghargaan yang kami apresiasi dengan baik, terutama mengingat tanggung jawab pengawasan Pemilu dan Pilkada menuju kualitas demokrasi yang terpercaya dan berkeadaban adalah tugas bersama. Maka melalui ini kami sambut baik dan kami pastikan kami akan siap untuk ikut berkontribusi dalam mendorong program KKN Multamatik Unasman ini,” ujarnya.
Labih jauh dikatakan, Harianto pihak Bawaslu akan menawarkan berbagai program kemitraan yang rasional dan memungkinkan untuk didorong bersama dengan mahasiswa KKN Unasman di lapangan nanti.
“Utamanya terkait dengan program peningkatan partisipasi dalam pengawasan Pemilu dan Pilkada. Yang salah satu output capaiannya adalah terbangunnya profil desa yang secara partisipatif berkomitmen untuk menjadi percontohan desa sadar pengawasan Pemilu dan Pilkada, ujar Harianto yang hadir didampingi kooordinator sekretariat Bawaslu Polewali Mandar.
Untuk diketahui masing-masing mitra kolaboratif dalam kegiatan itu masing-masing menentukan pilihan lima atau lebih desa yang ada di wilayah kabupaten Polewali Mandar untuk menjadi lokasi program kemitraan dengan KKN Unasman.





