POLEWALI MANDAR — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Al
Asyariah Mandar (Unasman) Angkatan 42 Tahun 2026 Posko Desa Mosso melaksanakan
kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Stunting sebagai salah satu
program kerja pengabdian kepada masyarakat di Desa Mosso, Kecamatan Balanipa,
Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 29 Agustus 2026 bertempat di Kantor
Desa Mosso yang dihadiri 25 peserta. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya
mahasiswa KKN dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai
stunting serta pentingnya pencegahan sejak dini.
Kegiatan sosialisasi menghadirkan Bapak Asri, S.KM., M.Kes., selaku dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) sebagai pemateri. Materi yang disampaikan berfokus pada pengenalan stunting, pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), faktor-faktor penyebab stunting, dampak stunting terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, serta upaya pencegahan stunting.

Dalam penyampaian materi, Bapak Asri, S.KM., M.Kes. menjelaskan bahwa
stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi
kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Stunting berkaitan dengan
berbagai faktor selama periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK), yaitu
sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Materi juga membahas faktor penyebab stunting, seperti kekurangan gizi,
penyakit infeksi, pemberian ASI dan MP-ASI, kondisi gizi ibu, sanitasi, pola
asuh, serta kondisi sosial ekonomi keluarga.
Selain berdampak pada pertumbuhan, stunting juga dapat memengaruhi kecerdasan,
kemampuan belajar, produktivitas, serta meningkatkan risiko penyakit tidak
menular dalam jangka panjang.
Sebagai upaya pencegahan, masyarakat diberikan edukasi mengenai
pemberian makanan bergizi seimbang, ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang
bergizi, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta stimulasi tumbuh kembang
anak. Pencegahan stunting juga ditekankan melalui tiga komponen utama, yaitu
pola asuh, pola makan, dan sanitasi.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya
jawab bersama warga Desa Mosso. Warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan
pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan pemateri mengenai penerapan upaya
pencegahan stunting dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Bapak Haris, yang menanyakan “Apa
peran laki-laki dalam pencegahan stunting, terutama sebagai calon ayah atau
ayah dalam keluarga?” tanya Bapak Haris.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Bapak Asri, S.KM., M.Kes. menjelaskan bahwa
laki-laki memiliki peran dalam mendukung pencegahan stunting, tidak hanya dari
sisi pemenuhan kebutuhan keluarga, tetapi juga dengan menjaga kesehatan dan
status gizi dirinya sendiri serta mendukung kesehatan ibu dan anak.
“Laki-laki juga harus
memperhatikan kesehatan dan gizinya. Dengan mengonsumsi makanan yang bergizi
seimbang, menjaga pola hidup sehat, serta mendukung pemenuhan gizi ibu dan
anak, laki-laki dapat ikut berperan dalam menciptakan keluarga yang sehat.
Selain itu, peran ayah dalam pengasuhan anak, menjaga kebersihan lingkungan,
dan mendukung ibu selama masa kehamilan juga sangat penting dalam upaya
pencegahan stunting,” jelas Bapak Asri.
Kegiatan berlangsung dengan penyampaian materi dan diskusi yang interaktif
bersama warga. Mahasiswa KKN Unasman Angkatan 42 berharap kegiatan Sosialisasi
dan Edukasi Pencegahan Stunting dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa
Mosso, khususnya dalam meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga
kesehatan dan pemenuhan gizi pada ibu dan anak.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung
upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi kesehatan.
Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan
stunting dapat dilakukan secara lebih optimal dan berkelanjutan di lingkungan
keluarga maupun masyarakat Desa Mosso.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Unasman Angkatan 42 berupaya tidak
hanya melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga
memberikan edukasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai
bagian dari upaya bersama dalam mencegah stunting di Desa Mosso.