UNASMAN Polman Penjaga Peradaban Mandar

Senin, 8 Mei 2017

Rektor Unasman, Dra.Hj.Chuduriah Sahabuddin, M.Si (kedua dari kanan) foto bersama dengan siswa dan gurunya yang berkunjung ke stand kampus di Pameran Pendidikan Tinggi Kopertis IX 2016 di Makassar. (foto : fed)

Unasman News - Kampus bertekad menjadi penjaga dan perawat peradaban dan kebudayaan masyarakat Mandar di wilayah Sulawesi Barat. Kampus ini sejak dirintis 12 tahun lalu oleh Prof.Dr.KH.Sahabuddin, M.Ag, pada proses pembelajaran berbasis pada nilai-nilai kebudayaan Mandar.

Demikian ditegaskan Rektor Universitas Al-Asyariah Mandar (UNASMAN) Polman di arena Pameran Pendidikan Tinggi Kopertis IX Sulawesi di Makassar, Dra.Hj.Chuduriah Sahabuddin, M.Si didampingi Kepala BiroAdministrasi Umum dan Kepegawaian, Solihin Asis, SS, M.Si. Rabu 24 Pebruari 2016

“Unasman tidak bisa dilepaskan dari jejak sejarah pemekaran Provinsi Sulawesi Barat. Salah satu syaratnya provinsi baru adalah adanya perguruan tinggi terdekat dan Unasman telah melengkapi syarat itu, terlebih dengan penempatan kata Mandar sebagai spirit dalam mencetak manusia yang malaqbiq,”tandas kandidat doktor ilmu sosiologi PPs-UNM ini.

Kampus ini, jelas Chuduriah, juga telah menjadi poros utama dalam mengembangkan berbagai disiplin ilmu, tidak hanya dimuarakan pada kecakapan berhadapan dengan teknologi bernafaskan nilai-nilai ke-asyariahan, tetapi senantiasa ditopang dengan kesadaran kebudayaan Mandar sebagai basis ideologi institusi.

“Keikutsertaan Unasman dalam pameran Kopertis IX 2016, menjadi media bagi kampus melakukan promosi dan publikasi untuk lebih dikenal semakin luas bukan hanya sebatas Sulbar tetapi lebih jauh ke wilayah Sulawesi dan sekitarnya,”kata magister komunikasi PPs-Unhas ini.

Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unasman, Ahmad Al Yakin, S.Ag, M.Pd ditempat terpisah menambahkan, jumlah mahasiswa saat ini mencapai sekitar 3000 lebih. Mereka ini berasal dari Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah serta ada juga dari Kalimantan Timur.

“Program studi dikelolah berjumlah 12 semuanya jenjang S1 yakni; Pendidikan Bahasa Indonesia, Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Matematika, Agroteknologi, Agribisnis, Peternakan, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Komunikasi, Tehnik Informasitika, Sistem Informasi, Kesehatan Masyarakat serta Muamalah Ekonomi Syariah,”ungkap kandidat doktor sosiologi PPs-UNM ini.

“Sumber daya manusia yang dicetak mencapai 4545 sarjana dengan 13 kali menggelar wisuda dari 12 prodi dibina dan menyebar berkarya pada instansi pemerintah dan swasta di seluruh wilayah Sulawesi Barat dan sekitarnya malah ada sampai di Kalimantan Timur,” tambah mantan Dekan FKIP Unasman ini. (fed)


Comments

Write A Comment

security image

 



Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait